Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, dan Mulai dari sekarang....!!! -aa Gym-

Sekolah Dasar

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sekolah Menengah Pertama

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sekolah Menengah Atas

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

UNTUK INDONESIA TERCINTA

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 18 Januari 2013

AA 9292 NG


Jum’at, 11 Januari 2013
Sekitar jam 6.15 sore aku baru masuk rumah karena habis tandingan sepakbola. Dan timku sore ini harus mengakui keunggulan lawan. Tapi sepakbola sore ini yang masih terngiang-ngiang di benakku sampai aku nulis ini adalah ketika aku dapet operan bola dari temen persis di depan gawang musuh dan kondisinya lumayan kosong. Aku control sekali sentuh langsung aku tendang kaki kanan. Ehhh ngak gol mennn, malah naik ke atas gawang bolanya. Dalam catatan sepakbola diliburan kali ini, peristiwa ini adalah peristiwa sepakbola ke-2 yang huft bgt (nyesek) secara pribadi dan kebetulan dengan tim yang sama. Mungkin lagi apessss yaaa.
Ehhhh, tapi saya bukan mau mengangkat peristiwa tandingan bolanya lho. Tetapi obrolan rilex dengan bumbu-bumbu becandaan bersama Bapak Ibuk di sore ini. karena sesampai di rumah aku masih keringeten banyak dan ngak mungkin kalau langsung mandi. Makanya saya ngilangin keringet di dapur dan pas itu Ibuk lagi makan bakso sebelum beranjak solat Magrib. Kalau Bapak lagi nunggu masjid naik/khomat (kebetulan rumahku deket banget ma masjid). Kan abis tandingan bola ceritanya ni makanya aku pulang masih makai seragamku yang basah keringet+sedikit ujan juga dan kotor  lagi. Hehe. Lhah disitu kalau ngak Bapak ya Ibuk kaya nanya gitu sama aku, kenapa kok pakainya nomer  punggung 19?? Trus Bapak nambahin lagi, “+- 19 itu Torres ya ang?”. Aku bilang “+- Torres itu 9 pak” dan aku nambahin keterangan lagi mengenai kenapa 19 tadi? *keterangannya di skip aja yaaa, hehe.
Lhahh, kan lagi asik bincang tentang angka-angka tu. Tak lama Ibuk bilang tentang tanggal kelahiranku dan kayaknya belum lama Bapak Ibuk itu sadar kalau tanggal lahirku itu tanggal cantik lho (ngak pamer lho yaa, hehe). Dan Ibuk pun sempet bilang kalau saya lahir di tanggal itu juga ngak direncanakan lhoh. (Ehh sekarang cukup tren lhooh untuk melahirkan di tanggal cantik, hehe).  Bla bla bla, akhirnya tanggal lahir saya pun dihubung-hubungkan dengan plat nomor. Tentunya ini yang ngehubungin kalau gak salah awalnya dari Bapak dan akhirnya pun muncul plat nomor cantik AA 9292 NG. Yang merupakan perpaduan tanggal lahir dan nama saya. Setelah saya pikir-pikir ternyata ciamik juga nomor plat kaya gitu yaa. Hehe.
Secara tidak langsung obrolan disore hari ini telah membantu mengingatkan dan mendetailkan salah satu impianku untuk mempunyai kendaraan roda 4 dari hasil keringat sendiri. Emang becanda siii obrolan sore ini, tapi jujur itu menjadi salah satu pemicu supaya saya bener-bener serius memperjuangkan impianku itu. Dan harapanku, semoga dengan cepat impian itu bisa terealisasi. Bisa pulang mudik lebaran sekeluarga ke Magelang dan rumah ortu Istri (nanti ya, kalau sekarang calon istri yang belum tahu lagi. hehe) dengan kendaraan itu. Dan yang paling penting, semoga Bapak Ibuk bisa menikmatinya. Aamiin……………………………..
Intinya bahwa sampai detik ini bermimpi setinggi-tingginya masih gratis kok, tapi untuk menggapai mimpi itu tidak gratis yaa. Perlu energi, pengorban, keiklasan, dll.
BERANILAH BERMIMPI DAN MENGGAPAINYA DEMI ORANG-ORANG TERCINTA..!!!
by: Aang Fauzan


Note:
Aku pengennya nanti bisa beli mobil yang inisialnya X (agak rahasia yaa), hehe, semoga bisa tercapai secepatnya. Aamiin……………..
Dan sekarang aku baru bisa ancang-ancang dengan mengecek harga mobil itu di forum jual beli online, hehe.

Minggu, 04 November 2012

Beranilah Mengaku Dirimu


Pernahkah Anda merasakan pengin ini-itu tentang diri Anda sendiri, seperti pengin terkenal, pengin punya rambut lurus, pengen cantik dan semacamnya. Jujur saya sedikit-banyak pernah berpikiran seperti itu. Emang manusia yang tidak sempurna ini senantiasa selalu mau sempurna, padahal bagaimanapun juga yang namanya manusia tuu yaa tidak sempurna. Sepakat?? Tapi inget bahwa ALLAH menciptakan manusia itu dengan sebaik-baiknya. Dan ALLAH juga akan merubah nasib kaum-NYA, apabila kita mau berusaha.
ALLAH itu Maha Adil lhoo, jadi ALLAH menurunkan kita ke bumi ini pasti dengan kelebihan superdahsyat yang khas pada diri kita. Jadi apapun yang ada pada diri kita yang sekarang ini, percayalah bahwa itulah yang terbaik untuk kita. Tinggal bagaimana kita bisa mengolah yang sudah ada pada diri kita ini menjadi hal yang bisa bermanfaat. Secara kasat mata pesepakbola Cristiano Ronaldo bisa dibilang memiliki penampilan yang memikat, baik fisiknya maupun saat mengolah si kulit bundar alhasil pundi-pundi finansial atau popularitas  pun juga menanjak drastis. Saya cukup yakin banyak laki-laki mau menjadi seperti Cristiano Ronaldo, tapi sayang CR7 itu hanya ada 1. Tapi apakah Anda yakin bahwa CR7 itu memili semua seperti yang kita perkirakan, dengan sangat lantang saya mengatakan bahwa kita memiliki banyak kelebihan karunia ALLAH yang tidak dimiliki CR7. Sepakat?? Sebagai contoh apakah bisa CR7 jalan-jalan di tempat umum bersama keluarga dengan santai seperti kita?? Tidak kan, pasti diperlukan tim pengamanan khusus yang perlu dibayar juga.
Ada lirik lagu dari d’masiv yang luar biasa, berikut:
"syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik"

Dan ternyata kunci kebahagiaan itu bukan terletak pada pemenuhan hasrat kesempurnaan yang sering kita pingini dan tentunya tidak ada habisnya. Karena setelah satu hal berhasil terpenuhi maka banyak hal akan segera mengantri untuk meminta dipenuhi juga. Naloooo…
Dan sepenggal lirik lagu d’masiv di atas membantu menegaskan bahwa kebahagiaan yang sebenarnya itu akan kita peroleh ketika kita sudah mampu bersyukur seiklas-iklasnya. Dan percaya bahwa apa yang ada pada diri kita sekarang ini adalah yang terbaik untuk melakukan yang terbaik. Dengan catatan kita selalu menjalankan perintah ALLAH dan menjauhi larangan dari ALLAH. Maka jalan kebenaran itu senantiasa akan mengantarkan kita ke pintu surga.
Pernah ada sebuah tulisan di koran, penggalan pernyataanya kurang lebih berbunyi:

"ketika kau ditakdirkan menjadi tukang sapu, jadilah tukang sapu yang baik, menyapulah seperti bethoven merangkai nada, menyapulah seperti michelangelo melukis, menyapulah seperti shakespare menyusun kata, sehingga ketika kau menyapu pohon-pohon tersenyum, dan ketika kau meninggalkan duniamu seluruh alam dan malaikat menangis dan berakata 'disini pernah berdiri seorang penyapu yang luarbiasa'"
Yaaa.. untuk bisa bermanfaat tidak usah menunggu sampai kita menjadi sesuatu yang dirasa besar, tetapi dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat maka kita akan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Yaa lakukanlah peranan apa yang sedang kita dapat di dunia ini dengan sebaik-baiknya kalau mau berubah peran berarti harus ada upaya. Yaa sekali lagi upaya. Jadilah seorang bethoven, michelangelo, ataupun william shakespare versi diri kita yang tentunya sesuai dengan peran kita dan lakukan yang terbaik.
Jadi secepatnya teriakkan bahwa aku adalah aku yang penuh anugrah superdahsyat dari ALLAH SWT. Tak perlulah kita lEb444yYy meniru gaya seseorang yang terkenal atau kita anggap lebih. Percaya saja bahwa diri kita tuu luar biasa. Yaa LUAR BIASA!!! Sooo.. PD AJAA, ENJOY AJA.. LOE ITU LUAR BIASA!!! YOU ARE YOU..
Selamat menunaikan menjadi dirimu yang lebih baik.
Maaf kalau ada banyak hal yang kurang disepakati atau salah karena saya cuman menulis saja. Terimakasih..

By: Aang Fauzan

Kamis, 01 November 2012

Ranking=Sukses kah..?


Kata ranking sudah sangat akrab kita dengarkan semenjak kecil, yang lebih terlihat nyata lagi ketika kita beranjak SD. Setiap kali penerimaan raport, ungkapan “ranking” seolah-olah menjadi hal wajib yang harus diucapkan oleh murid, Guru, dan sampai wali murid. Bahkan bapak  atau ibu penjual jajanan di sekolah pun tak segan-segan dengan lantang menanyakan lagi-lagi tentang ranking kepada siswa yang barusan nerima raport. Waww, fenomena sekali yaa..
Mencoba flash back, pengalaman pribadi yang sedikit saya inget ketika SD dulu cukup sering waktu penerimaan raport Guruku akan menuliskan dengan kapur di papan tulis, yaitu urutan murid yang mendapatkan ranking 1 sampai 10 di kelas. Murid seperti saya di masa itu bisa dikatakan sudah bisa menebak pasti deh ngak akan tertulis di papan tulis (sebenarnya malu juga sii ngakuinnya, hehe). Sensasi saat penulisan itu sungguh luar biasa, bisa dipastikan anak-anak yang langganan mendapatkan ranking 10 besar pasti akan deg-degan dengan posisi rankingnya, naik atau turun yaa. Dari tepuk tangan hingga ucapan selamat bergemuruh menyertai pengumuman itu, sedih karena ranking turun atau karena tidak mendapatkan ranking 10 besar dan senang karena rankingnya naik itu yang terlihat di sebagian wajah murid di kelasku. Kalau murid yang seperti aku, wajahnya yaa datar-datar saja karena sudah nebak dari awal dan biasanya tidak mleset lhoo, yaitu tidak masuk 10 besar.hehe ( jangan diru kalau dirasa tidak ada benarnya, hehe).
Hal yang pingin saya angkat dari tulisan kali ini adalah bagaimana merebaknya fenomena yang beranggapan bahwa ranking itu identik dengan kesuksesan di masa depan. Memang harus saya benarkan bahwa ketika kita berada di bangku sekolah, yaa kita harus pinter dan bahkan menjadi yang terpintar di antara murid-murid yang lain, benar too?? Tapi mbok yaa jangan sampai kebangetan donkk dengan yang namanya ranking itu. Bahkan tak jarang kita mendengar cerita kalau ada murid yang takut dimarahin orang tuanya karena ranking turun bahkan dia tidak berani pulang, ada lagi yang jadi frustasi dan malu karena tidak dapat ranking, ada yang sakit saat ujian tiba karena beban terlalu berat yang dipikul si anak, dan masih banyak lagi. Apakah hal semacam itu dibenarkan?? Memang sii ada sedikit sekali benarnya, tapi banyak sekali kurangnya. Itu menurutku lhoo yaa. Kalau hal semacam itu masih banyak diterapkan oleh kita berarti sama saja mendidik anak hanya menjadi ranking oriented yang tujuan sebenarnya pada kurang tahu. Saya cukup yakin, seperti rasa takut salah, takut mencoba cara lain, dan semacamnya akan menghantui anak yang terbiasa dengan ranking oriented yang kurang benar. Karena apa?? Anak –anak semacam itu biasanya hanya akan menggunakan otak kirinya saja demi mendapatkan nilai bagus dan ujung-ujungnya juga demi ranking bagus. Ia rela memaksakan otaknya untuk menghafal yang sebenarnya sangat membosankan, pokoknya ia hanya berfikir hanya belajar di depan buku sajalah waktu itu akan bermanfaat. Jadi seolah-olah anak itu telah membiarkan masa menggali dan mengasah potensi diri yang sebenarnya di curi oleh “keharusan” yang kurang tepat walaupun untuk hal yang tidak salah seutuhnya sii.
Ada kutipan menarik dari Leo Tolstoy:
“Pengetahuan menjadi pengetahuan sejati bila diperoleh dengan usaha pemikiran, bukan ingatan”
Kutipan di atas lebih mempertegaskan kepada kita bahwa memaksakan menghafal yang berarti menggunakan ingatan untuk mencari pengetahuan berarti itu tidak akan menjadi pengetahuan sejati lhoo alias cepet lupa karena biasanya hanya untuk mengejar nilai yang demi ranking tadi. Dan setelah itu akan lupa karena tidak akan dinilai lagi.
Dan sekarang marilah kita ngomongin dunia nyata ( kalau dunia lain sama Mas Harry Panca aja yaa, hehe). Pernahkah kita mendengar ungkapan seperti “wahh sekarang si A sukses lhoo, padahal dulu pas sekolah ngak pinter” atau “ehhh, sekarang tuu si B yang dulu ngak naik kelas pas sekolah itu menjadi orang yang sukses di Jakarta”. Pernah dengar ungkapan semacam itu?? Kalau saya pernah. Ngak pinter atau ngak naik kelas pas sekolah dulu berarti sudah hampir bisa dipastikan ia bukan orang yang langganan mendapatkan ranking bagus di sekolah, sepakat?? (Tapi yaa bukan berarti mendapatkan ranking bagus di sekolah itu jelek lhoo yaa). Dan ternyata dunia nyata yang merupakan dunia kita telah membuktikan dengan lahirnya orang-orang sukses yang ternyata jauhh dengan ranking ketika sekolah dulu. Jadi janganlah kita sampai terbelenggu dengan adanya ranking, memang ranking itu sebenarnya dibuat untuk memotivasi setiap murid supaya bersaing menjadi yang terbaik. Tapi yang kurang saya sepakati bahwa semakin kesini kok penerapan ranking itu menjadi tidak seperti fitrahnya bahkan mlenceng jauh sekali jweee.
Ada kutipan menarik dari Mas Ippho ‘Right’ Santoso di salah satu bukunya dituliskan kurang-lebih berbunyi “lama-lama, sekolah dan dunia nyata menyerupai 2 orang yang bukan muhrim”. Kata-kata yang sangat menggletik, bukan muhrimnya mengisyaratkan bahwa 2 hal itu berarti berlainan donk. Inti yang saya tangkap seperti itu. Bahkan saya cukup sering mendengar perkataan bahwa di dunia kerja itu beda sama dunia kuliah, ilmu dari kuliah itu hanya dipakai beberapa persen saja. Bahkan sangat mencengangkan ada yang berkata kalau ilmu dari kuliah hanya dipakai 10% dan yang 90% didapatkan saat kerja. Berari kuliah untuk apa yaa??hehe (tapi saya masih sangat percaya bahwa kuliah itu penting).
Jadi mendapatkan ranking atau IPK yang bagus itu tidak salah, justru saya sangat menganjurkan kalau kita mendapatkan ranking atau IPK yang terbaik. Tapi mbok yaa jangan sampai terjebak demi ranking atau IPK yang bagus kita menjadi manusia yang terbelenggu dan terbebani yang berlebihan. Jadilah orang yang cerdas dan berkembang, jangan cuma penghafal dan pengikut demi ranking atau IPK. Ingat ranking atau IPK sangat bisa dibeli dengan uang, yaa sekali lagi dengan uang. Jadi ranking dan IPK itu bukan barang yang waaahhh gitu yaa karena masih bisa dibeli kokk dinego mungkin juga boleh.hehe
Kesimpulannya bahwa ranking yang bagus itu tidak mesti menjamin seseorang menjadi sukses. Karena sukses lebih akan bisa diraih oleh orang-orang yang berpikir cerdas dan berani memperjuangkan. Dan semua itu akan tercapai karena ada ridho ALLAH SWT.
Terimakasih, maaf kalau banyak hal yang tidak berkenan karena saya hanya sekedar menulis saja.

By: Aang Fauzan

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites