Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, dan Mulai dari sekarang....!!! -aa Gym-

Sekolah Dasar

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sekolah Menengah Pertama

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sekolah Menengah Atas

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

UNTUK INDONESIA TERCINTA

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 23 Juli 2012

"Bebas"???


Senin, 23 Juli 2012 merupakan hari yang bersejarah buat vokalis eks Peterpan yaitu Nazril Irham atau lebih dikenal Ariel. Hal ini dikarenakan Ariel “bebas” dari hukuman di rutan yang terletak di Kota Kembang. Penyambutan yang luar biasa datang dari fans setia Ariel ataupun sahabat Peterpan. Persiapan yang menghebohkan dan luar biasa rela dilakukan oleh mereka demi melihat sang pujaan keluar dari rutan. Bahkan temenku (di Jawa Tengah) yang notabenya adalah sahabat Peterpan sempat memasang status FB seperti ini:
Nanti Sore Berangkat Bandung...
#Road2FreeAriel

Suka ·  · Bagikan · Sabtu pukul 14:20 melalui BlackBerry 

Bottom of Form
Dahsyat ngak rekan-rekan, itu bukti yang nyata! Dan dari berita pun kita bisa melihat bagaimana fans-fans dari luar Bandung merelakan diri untuk meluncur ke Bandung lagi-lagi demi akang Ariel. Jujur akupun sebenarnya sahabat Peterpan kok, hehe. Apalagi jaman SMP dulu, aku inget kalau gak salah kelas 2 SMP dengan berbagai cara mencari jalan supaya bisa melihat secara langsung konser Peterpan di Magelang. Alhasil dengan jerih payah dan negosiasi cara sana-sini akhirnya aku ditemani oleh tetanggaku yang masih saudara juga untuk ikut merapat di konser Peterpan tersebut. Bener-bener terpuaskan setelah melihat aksi Ariel dan teman-teman.
Tahun 2010 aku inget ketika kasus skandal Ariel mencuat di permukaan karena pada waktu itu bersamaan dengan aku kos di Jogjakarta untuk mengikuti bimbel USM STAN 2010. Jujur rasa super duper kecewa pasti ada karena orang yang cukup aku kenal berkat karyanya yang luar biasa ternyata melakukan sebuah tindakan yang tidak pantas sekali. Semenjak itu bisa dibilang sebutan sahabat Peterpan di diriku mulai sedikit pudar (walaupun sebutan dari diriku sendiri, hehe). Tetapi sampai sekarang lagu-lagu Perterpan tetap masih menjadi lagu yang yahuuuuud untuk tampil di playlist mp3ku kok.
Sekitar 2 tahun semenjak kasus itu merebak di masyarakat akhirnya Ariel pun “bebas” dari hukuman di rutan. Yang ingin coba aku angkat di sini adalah benarkah Kang Ariel “bebas”?? Dilihat secara fisik memang bebas dan tidak terbelenggu lagi di dalam rutan. Bagaimana dengan batin/perasaan/hal yang berhubungan dengan hati Ariel?? Karena aku bukan Ariel jadi jawabanya bahwa hampir pasti mungkin batin/perasaan/hal yang berhubungan dengan hatinya tidak bebas karena bagaimanapun juga ia telah berbuat hal yang sangat-sangat mengecewakan menurutku. Hal inilah yang tidak bisa dibayar oleh apapun, sekalipun harus dibayar dengan hukuman selama-lamanya di rutan tetap saja hal ini tidak bisa terbebaskan. Karena ini masalah perasaan dan penilaian masyarakat yang tentunya tidak selalu bisa terlihat secara kasat mata bung!!! Sekarang gerak-gerik Ariel dalam pandangan masyarakat pasti tidak seperti dulu lagi, menurutku hal ini bisa terjadi tentunya wajar.
Tetapi bagaimanapun juga kita sebagai penikmat karya Ariel harus punya harapan bahwa semenjak dia keluar dari rutan bisa menjadi insan yang lebih baik lagi dan bisa menjadi publik figur yang mampu diandalkan kebaikannya.
Dari kisah “sang bintang” di atas dan selebihnya yang kita dapatkan dari media, tentunya kita harus bisa mengambil hikmahnya. Bagaimana seseorang ketika mencapai puncak ketenaran atau puncak kesuksesan pastilah akan dibarengi dengan godaan-godaan yang kelasnya pun godaan kelas puncak. Sehingga sebelum kita mencapai puncak alangkah baiknya terlebih dahulu kita mengukir komitmen-komitmen mulia di dalam hati dan tentunya kita harus berani mewujudkannya. Coba bayangkan saja kalau sudah kelewat terjadi hal yang memalukan pada diri kita bagaimana??? Rasa sangat menyesal pastilah menyelimuti disetiap langkah kita. Jadi bener-bener jangan melakukan hal yang membuat penyesalan itu sebab mau ditebus dengan apapun, hal memalukan tetap akan tercatat dalam sejarah. Dan tentunya sejarah yang kurang baik!!!
Menanjak kesuksesan harus dibarengi dengan menanjaknya iman bung!!! Bagaimanapun juga kita harus berpegang teguh pada ketetapan ALLAH SWT, sekali lagi itu HARUS!!!
Yang terakhir akan aku copaskan dari status temenku juga, kayaknya ini rintihan hati Kang Ariel ketika di rutan. Tulisannya cukup menarik, berikut:
Saya hanya akan bercerita kepada Tuhan,
Bersuara kepada yang berhak,
Berkata kepada diri sendiri,
Lalu diam kepada yang lainnya,
Lalu biarkan seleksi Tuhan bekerja pada hati setiap orang..

Kiranya coretan kali ini cukup sekian, maaf bila ditemukan banyak kesalahan, terimakasih kang Ariel dan semuanya, semoga bermanfaat.

Saudaramu, 23 Juli 2012


          Aang Fauzan

Rabu, 18 Juli 2012

Anda Berhak Hidup Indahhhh


James Sidis terlahir dengan nama lengkap William James Sidis pada tanggal 1 april 1898 Di Amerika Serikat, James Sidis merupakan manusia paling jenius yang pernah ada di muka bumi dengan IQ (tingkat Kecerdasan) di atas 250-300. Kejeniusannya mengalahkan Da VinciEinstein,Newton dan ilmuwan lainnya. Nama James Sidis nyaris luput dari hingar bingar pemberitaan tentang para jenius di jagat ilmu pengetahuan.

Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar. menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan paraprofessor matematika.

James Sidis lulus cumlaude sebagai sarjana matematika di usia 16. Selanjutnya Ia melanjutkan kuliahnya namun sempat tersendat karena dibully oleh sekelompok mahasiswa yang tidak menyukainya. Di usia 17 Sidis menerima tawaran sebagai asisten dosen sambil melanjutkan ke program doktor namun sayang Ia tidak menyelesaikan studinya dengan alasan merasa frustasi oleh sistem pembelajaran dan perlakuan kakak kelasnya. Saat itu Ia sempat mengeluh, “ Aku tidak tahu kenapa mereka memberiku pekerjaan ini dan menempatkanku sebagai orang spesial, aku sebenarnya tidak layak sebagai dosen. “
Lebih dasyat lagi, Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!! Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit.

Di tahun 1919, Sidis ditangkap dan ditahan selama 18 bulan karena keterlibatannya dalam demoSocialist May Day di Boston. Saat itu Ia membuat pernyataan menentang wajib militer pada perang Dunia I. Penangkapannya itu sempat menghebohkan media masa sebagaimana saat Ia mengawali kiprahnya sebagai bocah jenius. Sejak keluar dari penjara, Sidis kemudian menghilang bak ditelan bumi dan setelah sekian lama jejaknya terendus oleh seorang reporter yang bertemu dengan seorang pemulung besi tua nan papa, ternyata dialah ‘ William James Sidis. ‘

Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun - sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis. Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika - sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya.

Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri. Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat.

Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa. Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja. Sudah terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian meledakkan dirinya sendiri.
 

---------------------------------------------------
Sejak keluar dari penjara, Sidis kemudian menghilang bak ditelan bumi dan setelah sekian lama jejaknya terendus oleh seorang reporter yang bertemu dengan seorang pemulung besi tua nan papa, ternyata dialah ‘ William James Sidis. ‘
Ada satu pelajaran dari kisah tragis James Sidis, Ia telah menjadi obyek dari eksperimen Boris Sidis sang ayah yang seorang psikolog. Boris telah menerapkan sistem pendidikan model baru kepada James demi menyanggah sistem pendidikan konvensional yang dianggap sebagai biang keladi kejahatan. Sayangnya mental Sidis tidak tahan atas perlakuan lingkungan terhadapnya dan Ia pun merasa lelah menjadi proyeksi dari ambisi sang ayah hingga ingin melepaskan diri dari bayang-bayang sang ayah.


Sumber:

Sabtu, 14 Juli 2012

Malam Mingguan


Sabtu, 14 Juli 2012
Sehabis sholat isya langsung capcuzz nderes satu halaman dan mbaca e-book sedapatnya, kira-kira jam 8 dengan segera memakai seperangkat alat futsalku untuk bergabung bersama rombongan tetangga bermain futsal yang telah dijadwalkan setiap malam minggu jam 8 malam. Sebelum meluncur ke lapangan aku menyegerakan pergi ke semacam toko klontong/supermarket gitu untuk membeli jahe kemasan karena aku lagi pancingen (kayaknya akibat hari kamis kemarin ada duri ikan yang nyangkut di tenggorokan hampir 1/2 hari (12 jam), hehe). Setelah sampai aku langsung mencari produk jahe yang sudah biasa kubeli kalau sedang mau masuk angin, setelah aku telusuri di salah satu sudut toko itu ternyata gak kelihatan alias tidak ada. Ehhhh ternyata ada di tempat pembayarannya, ditaro persis dekat tempat pembayaran. Dengan terburu-buru aku langsung bilang kalau mau beli produk jahe tadi. Setelah aku menanyakan harganya, masnya dengan style yang sedikit meragukan bilang 8ribu emang siiii ada label harganya 8000. Lhoooo aku sedikit mlongo dalam hati sambil berucap perasaan harganya di bawah 4ribu deh. Apa salah ya harganya?? Pikiranku juga memaksa mengingatkan beberapa waktu yang lalu aku pernah beli roti disini dengan mas ini deh kayaknya harganya 1ribu, dan setelah beberapa hari kemudian karena rotinya enak aku mau beli lagi tetapi sekarang yang lagi nunggu bukan mas yang seperti kemaren lagi ehhhh ternyata harganya 3ribu sehingga akupun tidak jadi beli roti lagi (aku yakin beberapa hari yang lalu masnya ini salah harga ketika menjual roti).
Dengan latarbelakang kejadian itu, akupun harus mengeluarkan jurus maut yang luwes untuk keluar warung ini dan tidak jadi beli produk jahe tersebut lawong mahal jwee dan aku yakin ini bener-bener kemahalan. Kebetulan masnya lagi ada telepon wahhh ini kesempatan untuk kabuuuuur, dengan bilang sekeluarnya dari mulutku akupun tidak jadi beli produk jahe (padahal tadi sempet kemasan kardusnya dibuka karena ingin tahu isinya berapa, hehe), ini bener-bener soryyyyyyy lho mas.
Dengan segera aku langsung meluncur ke supermarket yang jaraknya hanya sekitar 250meter dari toko tadi. Aku langsung bergegas masuk dan mencari produk jahe yang sama persis dengan tadi, ehhhhh harganya separo lebih yaitu 3.250an. Dalam hati aku berucap bener toooo harganya di bawah 4ribuan, lumayan deh 4ribu lebih bisa tetap parkir di kantong. Hehe..
Dari kejadian itu ada hikmah yang bisa aku tarik, bagaimana ketika seseorang mau berusaha secara lebih untuk mendapat suatu hal yang diinginkan biasanya mereka akan mendekati keuntungan yang bisa berlipat-lipat. Coba bayangkan saja seumpama aku memutuskan untuk membeli di tempat yang pertama berarti 4ribu lebih tidak bisa ku kantongi lagi alias lebih boros. Hanya dengan usaha 250an meter lagi saya akhirnya bisa mengamankan 4ribu lebih di kantongku. Apa itu namanya tidak untung??
Jadi jangan malas untuk berlaku lebih dalam mendapatkan hal yang kita inginkan, tohhhh pada akhirnya yang senang juga kita kokkk.


---------------------------------------------------------
Akibat harus mencari produk jahe tadi akupun telat sampai lapangan futsal, teman-teman yang lain sudah pada keringatan mengolah si kulit bundar yang diperebutkan secara meriah. Setelah aku hitung seperti biasanya setiap tim terdiri dari 6 orang (kebiasaan padahal normalnya 5 orang lhoooo, hehe). Aku pun menoleh ke pinggir lapangan ehhh ada 3 orang lagi yang antri siap untuk main, berarti aku menjadi orang ke-4 ni yang mengantri. Hadehhhh….
Ternyata menunggu di pinggir lapangan sambil berlagak sok pemanasan seperti aku dimalam ini lama-lama gak enak juga. Bahasa gaulnya BT. Beberapa menit mungkin hampir setengah jam berlalu akupun belum berkesempatan main, weladala piye iki?? Dalam hati berbisik padahal biasanya hanya main 1 jam lhoo, terus aku mau main berapa menit nii?? Pelajaran yang  kuambil dari kondisi yang seperti sekarang ini adalah bagaimana penerapan empati dalam pergaulan sehari-hari. Coba bayangkan misalnya kita dalam posisi yang sedang menunggu di pinggir lapangan dan sudah sangat siap untuk main ehhh ternyata yang main tidaak ada yang mau gantian. Jadi saya bisa mengambil kesimpulan bagi mereka yang menawarkan diri untuk diganti padahal belum capek, mereka itulah bisa dikatakan dewasa. Ini juga pembelajaran buat aku pribadi, yang masih sering tidak mengasah rasa empati dalam diri.
Tetapi dipertandingan malam ini aku terpuaskan karena temen-temen berbagi keringat secara merata, semua yang hadir bisa melampiaskan akhir pekan di lapangan futsal dibarengi kemeriahan guyonan yang super meriah. Aku saja yang datang pualing terakhir keringat yang nempel di kaosku kalau diperas mungkin bisa, hehe. Pertandingan malam ini bener-bener meriaaaaah sekali, aku dan 15 temen lainya saling memamerkan giginya karena tertawa akibat dagelan di pertandingan futsal kami yang berlangsung kayaknya lebih dari 1,5 jam  deh (pokonya lebih lama dari biasanya, biasanya itu 1 jam). Bisa dibilang malam ini yang datang banyak dan skorpun ditutup dengan selisih gol yang lumayan jauh (timku menang lhoooo, heheh).
Dari hal ini aku bisa melihat dan merasakan bagaimana kebersamaan, kesederhanaan, keakraban, dan hal indah lainnya itu bisa berpadu dengan apik. Yang membuat aku selalu ingin dalam kondisi yang semacam ini ni, bertabur canda tawa teriklas mennnn.


---------------------------------------------
Pihak pengelola lapangan pun meniupkan peluit bertanda jatah lapangan kami telah usai. Aku keluar duluan langsung menempatkan posisi di samping lapangan tempat biasa kami ngumpul setelah bermain futsal di lapangan ini. Iuran lapangan, bagi-bagi air minum, ngobrol itu adalah hal yang biasa kita lakukan disini. Hanya beberapa menit kemudian kami memutuskan untuk pulang, aku dan 3 temen berjalur sama karena kita tinggalnya dempet atau tetanggaan persis hanya dibatasi tembok. Sampai di depan rumah, kami ber-4 masih menyempatkan ngobrol sambil menghilangkan kringat yang godres-godres ini. Ditemani satu gelas air mineral dingin yang dibelikan Ipul yang tadi kalau main futsal tendangannya sering keras tapi tidak ngarah maju alias naik menjulang tinggi dan jatuhnya tidak begitu jauh dari Ipul nendang (namun dia salah satu pemain yang memiliki ultra semangat luarbiasa malam ini). Heheh kreasi futsal ala Ipulpun tadi juga menjadi salah satu bahan tertawaan bagi kita.
Tak lama kemudian satu orang keluar rumah yang ngabung di perkumpulan kami ini, kami berkomunikasi menggunakan bahasa jowo. 1,2,3 komunikasi berjalan lancar, ehhh lama kelamaan ala ngapak keluar dari bincang-bincang 4 orang yang lain sedangkan aku hanya ikut tertawa kalau mereka tertawa karena tidak semua bahasa mereka aku faham, hehe. Aku mau pakai Bahasa Indonesia nga enak, ngapak nga mungkin, yaudahlah terima saja melihat mereka meriah bercerita. Yang penting masih bisa ikut tertawa dengan mereka, hehe…
Jujur lama kelamaan aku bisa tertawa sendiri ni kalau kaya gini, lawong dengar mereka ngomong ngapak saja sudah mbikin aku memamerkan gigiku alias mrengesss alias ketawa. Apalagi ditambah melihat mereka yang berekspresi lucu dalam ngomongnya ditambah adanya efek naik turunnya suara ala bahasa ngapak. Hadehh bahasa kaskusnya “ngakakkk inside gannn, dimari”….
Inilah perbedaan kita kawan-kawan, nga mungkin semua manusia di dunia ini sama. Dan tak ada satupun manusia di dunia ini yang sama. Itulah karunia ALLAH SWT yang perlu kita syukuri. Jadi perbedaan itu wajar. ALLLAH SWT menciptakan kita dengan kelebihan kita masing-masing. ALLAH SWT itu Maha Adil, jadi setiap perbedaan yang kita ketemukan itu pasti  terdapat kelebihan yang spektakuler dari masing-masing.
Kita tidak mungkin memaksa semua orang untuk memakai baju merah, tetapi yang bisa kita lakukan adalah kita memakai kacamata dengan kaca yang berwarna merah jadi kita seolah-olah bisa melihat semua orang memakai baju merah.
Ceritaku cukup sekian, maaf apabila banyak kesalahan, semoga bermanfaat, dan terima kasih.

Saudaramu, 15 Juli 2012



          Aang Fauzan

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites